Borok Lapas Bukit Semut Jebol: Rekening DANA Bocor, Bisnis Sabu Napi Jalan Terus! 4.Skandal Blok A Kamar 1: Saat Sipir Lapas Tidur Nyenyak dan Heksa Putra Asyik ‘Masak Bahan’

Oleh admin 17 Mei 2026, 12:58 WIB 44 Views

BANGKA – Lapas Bukit Semut Sungai Liat kembali terseret pusaran skandal besar setelah bukti percakapan WhatsApp dan rekaman video call yang diduga milik warga binaan bernama Heksa Putra bocor ke publik, membongkar bagaimana bisnis haram narkoba disinyalir kuat masih dikendalikan bebas dari balik jeruji besi.Bisnis Haram dari Balik JerujiSkandal ini mencuat lewat tangkapan layar yang gamblang menyebut lokasi Blok A Kamar 1, aliran uang, hingga nomor rekening DANA atas nama Heksa Putra. Lebih gila lagi, bukti digital tersebut juga memperlihatkan aktivitas “masak bahan” dan transaksi senilai Rp13 juta. Hal ini membuktikan bahwa jeruji besi gagal total menghentikan peredaran gelap narkoba yang dikendalikan oleh warga binaan.Petugas Lapas Tutup Mata?Sorotan tajam kini tertuju pada integritas para petugas lapas. Narasi yang beredar bersama bukti tersebut secara pedas menuding adanya pembiaran sistematis, di mana oknum petugas sengaja “pura-pura buta dan tuli” demi membiarkan fasilitas komunikasi ilegal itu melenggang masuk ke dalam sel. Jika tuduhan ini benar, maka komitmen zero HP yang digembar-gemborkan selama ini hanyalah bualan kosong di atas kertas.Menanti Nyali KementerianHingga detik ini, pihak Lapas Bukit Semut, Kanwil Kemenkumham Babel, maupun Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan masih bungkam seribu bahasa tanpa ada klarifikasi resmi. Publik kini menuntut tindakan nyata, bukan sekadar razia formalitas. Jika terbukti ada keterlibatan oknum dalam, sanksi administratif dan pidana mati bagi pengkhianat seragam harus dijatuhkan tanpa kompromi demi membersihkan institusi yang sudah terlanjur coreng-moreng ini.Kini bola panas ada di tangan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan beserta aparat penegak hukum. Publik menantang keberanian dan nyali institusi ini: apakah mereka punya nyali besar untuk mengusut tuntas keterlibatan “orang dalam” dan membersihkan sarang mafia ini, atau justru memilih ciut, tiarap, dan membiarkan institusi mereka terus dicap sebagai pelindung empuk para bandar narkoba? Kita lihat seberapa tebal muka dan runtuhnya nyali penegak hukum kita dalam skandal memuakkan ini**

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP