Harga Pertamax Melonjak ke Rp16.250 per Liter, Pengguna Kendaraan Mengeluh: “Dompet Kami yang Jadi Korban”

Oleh admin 10 Jun 2026, 12:04 WIB 30 Views

BANGKA BELITUNG – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi yang diumumkan PT Pertamina memicu gelombang keluhan dari pengguna kendaraan. Lonjakan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter dinilai sangat memberatkan masyarakat yang selama ini mengandalkan BBM RON 92 untuk aktivitas harian.
Kenaikan hampir Rp4.000 per liter itu langsung menghantam biaya operasional kendaraan pribadi, pelaku usaha kecil, hingga pekerja yang setiap hari bergantung pada kendaraan bermotor. Sementara itu, Pertamax Green 95 juga naik menjadi Rp17.000 per liter. Di sisi lain, harga Pertalite tetap bertahan di Rp10.000 per liter dan Biosolar subsidi tetap Rp6.800 per liter.
Sejumlah pengguna kendaraan mengaku terkejut dengan lonjakan harga tersebut. Mereka menilai kenaikan itu terlalu tinggi dan terjadi di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
“Kalau naiknya sedikit mungkin masih bisa dimaklumi. Tapi ini hampir Rp4.000 per liter. Yang terasa bukan hanya saat isi bensin, tapi juga saat menghitung pengeluaran bulanan,” ujar seorang pengguna kendaraan roda empat di Pangkalpinang.
Keluhan serupa datang dari kalangan pekerja yang setiap hari menempuh perjalanan jauh. Mereka mengaku biaya transportasi kini membengkak dan berpotensi menggerus pendapatan keluarga.
Menurut sejumlah pengguna kendaraan, kenaikan harga BBM nonsubsidi berpotensi menimbulkan efek berantai terhadap berbagai sektor. Biaya distribusi barang, jasa transportasi, hingga kebutuhan pokok dikhawatirkan ikut terdorong naik apabila beban operasional kendaraan terus meningkat.
“Yang naik bukan cuma bensin. Nanti ongkos angkut ikut naik, harga barang bisa ikut naik. Ujung-ujungnya masyarakat lagi yang menanggung,” kata seorang pengemudi yang ditemui usai mengisi BBM.
Pengguna kendaraan lainnya menilai kebijakan penyesuaian harga ini akan membuat sebagian masyarakat beralih ke BBM subsidi. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan antrean dan tekanan terhadap konsumsi BBM bersubsidi di lapangan.
Di sejumlah SPBU, perbincangan mengenai kenaikan harga menjadi topik utama. Banyak konsumen mengaku harus menghitung ulang anggaran bulanan mereka. Sebagian bahkan mulai mempertimbangkan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi untuk menekan pengeluaran.
Di tengah gelombang keluhan itu, PT Pertamina tetap melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi sesuai mekanisme evaluasi harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. Sementara untuk BBM subsidi, pemerintah masih mempertahankan harga Pertalite di Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.
Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru
Pertamax (RON 92) : Rp16.250 per liter
Pertamax Green 95 : Rp17.000 per liter
Pertalite : Rp10.000 per liter
Biosolar : Rp6.800 per liter
Dexlite : Mengalami penyesuaian harga
Pertamina Dex : Mengalami penyesuaian harga
Kenaikan tajam Pertamax kali ini kembali memunculkan pertanyaan lama di tengah masyarakat: sampai kapan pengguna kendaraan harus terus menanggung lonjakan biaya energi, sementara daya beli masyarakat justru menghadapi tekanan dari berbagai kebutuhan hidup yang terus merangkak naik**

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP