MAFIA TIMAH MAKIN GALAK, YAYASAN LEGAL SEPERTI DIINJAK: CUKONG ILEGAL KUASAI BABEL, PERINTAH PRESIDEN DIANGGAP ANGIN LALU?*

Oleh admin 30 Apr 2026, 20:01 WIB 35 Views

*Bangka Belitung* – Ironi paling telanjang terjadi di Bumi Serumpun Sebalai. Saat pemerintah gencar menata tambang timah, para cukong ilegal justru pesta pora. Yayasan resmi yang taat hukum malah megap-megap sekarat, digilas mafia timah tanpa izin yang kian jumawa menguasai lahan.

Ketua Umum Jajaran Wartawan Indonesia (JWI), Ramadhan Djamil, melontarkan kritik keras. Ia geram melihat yayasan legal terancam gulung tikar, sementara cukong yang jelas menabrak hukum malah jadi raja di lapangan.

“Aneh sekali. Yayasan yang resmi ini terancam tidak bisa bekerja. Sementara cukong dan mafia yang jelas tidak punya izin justru menguasai area. Ini tidak benar!” tegas Ramadhan Djamil dengan nada tinggi.

Bukti paling nendang terlihat di pasar. Para cukong berani beli timah dengan harga tinggi yang tidak masuk akal. Akibatnya, yayasan resmi dipaksa jual rugi atau angkat kaki. Kesenjangan harga ini bukan main main. Ini skema busuk yang dirancang untuk membunuh pelaku usaha legal dan memonopoli timah Babel. Ada permainan kotor dan jaringan gurita di baliknya.

Lebih parah, kondisi ini menampar keras perintah Presiden soal penataan tambang. Di lapangan, perintah itu seperti diabaikan. Mafia bebas bergerak, lahan dikuasai, yayasan legal tersingkir. Ini bukti telak penegakan hukum di Bangka Belitung macet total.
Ramadhan Djamil tidak mau situasi ini dibiarkan. Ia mendesak aparat, khususnya kepolisian, untuk tidak gentar dan jangan mau diinjak mafia timah.

“Aparat keamanan, khususnya kepolisian, jangan sampai kalah sama mafia. Kalau kepolisian kita kalah sama mafia, bisa hancur negara ini,” tantang Ramadhan.

JWI menuntut transparansi penuh. Bongkar siapa cukong timah yang bermain. Buka siapa beking kuat di belakang mereka. Tanpa keterbukaan, mafia akan terus mencengkram Babel, merusak ekonomi dan menghancurkan lingkungan.

Jika negara diam, Bangka Belitung akan jadi neraka ketidakadilan. Pemain ilegal makin kaya, yang legal mati pelan pelan. Pertanyaannya sekarang: Seberapa nyali aparat dan pemerintah memberantas mafia timah yang sudah berurat akar ini? Atau Babel memang sengaja dibiarkan jadi ladang jarahan cukong?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP