TAMBANG ILEGAL DAS MENDO BARAT DIGEMPUR: POLISI BURU PELAKU, ANCAMAN PENJARA 5 TAHUN MENANTI
- MENDO BARAT– Aparat penegak hukum tidak memberikan ruang sedikit pun bagi perusak lingkungan. Polsek Mendo Barat secara beringas menggempur jaringan tambang ilegal yang nekat beroperasi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Desa Labuh Air Pandan. Meski para pelaku berupaya menghilangkan barang bukti dengan cara-cara kotor, jerat hukum dipastikan tetap mengintai hingga ke akar-akarnya.
Dalam operasi yang berlangsung hingga Selasa dini hari (5/5/2026), para penambang liar mencoba melawan dengan sabotase fisik. Mereka menenggelamkan dua unit mesin Robin ke dasar sungai dan memblokade akses jalan menggunakan bongkahan batu gunung raksasa guna menghalau laju petugas.
“Mereka pikir dengan cara kotor itu kami bisa dihentikan? Salah besar! Satu unit mesin senilai puluhan juta telah kami amankan sebagai bukti kuat kejahatan mereka,” tegas Kapolsek Mendo Barat, IPTU Wendy Oktasa, yang memimpin langsung serbuan tersebut.
Kepolisian memastikan tidak ada kata damai bagi para perusak DAS. Para pelaku kini diburu dan terancam dijerat dengan undang-undang berlapis yang memiliki sanksi pidana berat:
* **UU No. 3 Tahun 2020 tentang Minerba:** Pasal 158 menyatakan bahwa setiap orang yang melakukan penambangan tanpa izin dipidana dengan pidana **penjara paling lama 5 (lima) tahun** dan denda paling banyak **Rp100.000.000.000 (seratus miliar rupiah)**.
* **UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup:** Para pelaku dapat dijerat atas perusakan ekosistem yang mengancam keselamatan publik.
* **Pasal 221 KUHP:** Terkait upaya para pelaku yang sengaja menghilangkan barang bukti dan menghalangi penyidikan petugas (Obstruction of Justice).
IPTU Wendy menekankan bahwa aktivitas ini bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan tindakan kriminal yang mengancam nyawa rakyat. Penambangan di area DAS merusak struktur tanah dan mengancam fondasi jembatan utama.
> “Kalau jembatan ambruk, siapa yang jadi korban? Rakyat biasa! Mereka tidak punya hati, hanya memikirkan uang tanpa peduli keselamatan orang lain!” hardik Wendy dengan nada bicara yang meledak.
Ini adalah serangan beruntun setelah sebelumnya, pada 15 April, polisi juga menyita 5 unit mesin di lokasi yang sama. Pihak kepolisian menegaskan bahwa patroli akan ditingkatkan menjadi skala penuh, baik siang maupun malam.
“Kami tidak akan berhenti! Hentikan sekarang atau kami bongkar total jaringan kalian. Efek jera harus terasa sampai ke tulang sumsum!” pungkasnya.

Komentar (0)