Razia Gabungan di Rutan Muntok, Petugas Temukan Pisau Cukur, Obat-obatan dan Uang Tunai dalam Kamar Warga Binaan

Oleh admin 30 Mei 2026, 18:00 WIB 30 Views

MUNTOK — Penggeledahan gabungan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Muntok, Bangka Barat, Jumat pagi, 29 Mei 2026, mengungkap temuan sejumlah barang yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan di dalam blok hunian warga binaan.

Dari razia yang melibatkan jajaran pemasyarakatan, TNI dan Polri itu, petugas menemukan pisau cukur, obat-obatan hingga uang tunai yang semestinya tidak berada di dalam kamar tahanan.

Operasi dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Seluruh blok hunian diperiksa satu per satu. Barang-barang milik warga binaan dibongkar dan dicek langsung petugas di bawah pengawasan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Bangka Belitung, Ade Agustina.

Temuan itu langsung diamankan.

Kepala Rutan Kelas IIB Muntok Andry Ferly menegaskan razia gabungan tersebut menjadi langkah konkret untuk memastikan Rutan Muntok steril dari barang terlarang dan praktik-praktik yang dilarang di lingkungan pemasyarakatan.

“Alhamdulillah hari ini sudah terlaksana razia gabungan antara Rutan Muntok, TNI, Polri dan kantor wilayah.

Ini untuk memastikan dan menegaskan ke publik bahwa Rutan Muntok bersih dari barang-barang terlarang, harus bebas dari HP dan narkoba serta peredaran uang cash,” ujar Andry.

Dari hasil pemeriksaan, petugas memang tidak menemukan telepon genggam maupun narkotika.

Namun sejumlah barang lain yang berpotensi disalahgunakan ditemukan berada di dalam kamar hunian.

Ade Agustina mengatakan kegiatan tersebut merupakan instruksi langsung dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan sebagai bagian dari deteksi dini mencegah gangguan keamanan dan ketertiban di lapas maupun rutan.

“Hasil razia pada pagi hari ini adalah alat-alat atau barang yang tidak diperkenankan masuk seperti pisau cukur, lalu ada obat-obatan, uang tunai, untuk mencegah barang-barang tersebut disalahgunakan,” kata Ade.

Menurut dia, temuan uang tunai menjadi perhatian tersendiri karena Rutan Muntok tengah menjalankan program bebas transaksi tunai di lingkungan warga binaan.

Ade menyebut nominal uang yang ditemukan cukup signifikan.

Karena itu pihaknya kembali menekankan penerapan transaksi non-tunai melalui kerja sama dengan Bank BRI menggunakan kartu Brizzi.

“Ada sejumlah uang yang jumlahnya cukup signifikan dan untuk Rutan Muntok ada program yang sedang berjalan bebas dari uang tunai.

Rutan Muntok telah bekerja sama dengan Bank BRI untuk menggunakan Brizzi,” ujarnya.

Sebelum razia dimulai, seluruh personel gabungan terlebih dahulu mengikuti apel persiapan dan menerima arahan pimpinan.

Setelah itu petugas bergerak serentak memeriksa kamar hunian dan memverifikasi barang-barang yang ada di dalamnya.

Sepanjang kegiatan berlangsung,suasana penggeledahan terpantau kondusif. Tidak ada gangguan berarti.

Petugas juga disebut menjalankan pemeriksaan secara humanis dan sesuai prosedur.

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Bangka Belitung mengapresiasi keterlibatan seluruh personel yang turun langsung dalam razia tersebut. Selain memperkuat pengawasan internal, operasi gabungan ini juga dipandang sebagai pesan terbuka bahwa pengawasan di lingkungan pemasyarakatan terus diperketat.

Di tengah sorotan terhadap tata kelola lembaga pemasyarakatan, razia di Rutan Muntok menjadi penegasan bahwa ruang tahanan tak boleh memberi celah bagi barang-barang terlarang maupun potensi pelanggaran yang mengganggu integritas sistem pemasyarakatan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP